Perubahan Nasib Pengungsi Suriah Berkat Menjual Pena

Masih ingatkah dengan foto penjual pena sambil menggendong anaknya yang tertidur di bahu? Iya dia adalah Abdul Halim al-Attar seorang pengungsi Suriah. Setelah foto itu tersbar luas di internet ternyata foto itu menyentuh hati orang-orang diseluruh dunia. 



Berkat sorang jurnalis yang yang membantunya dengan mengembangkan situs web di Norwegia bernama Gissur Simonarso, berkat situs itu Abdul telah mengumpulkan dana sebesar $ 191.000 atau sekitar Rp 2,5 miliar.

Dengan Dana sebesar itu Abdul memulainya dengan membuka toko roti dua bulan yang lalu, dan kemudian membuka toko kebab dan sebuah restoran kecil dengan mempekerjakan 16 pengungsi Suriah lainya.

“Saya bermula sebagai penjual pena di jalan, sekarang saya memperkerjakan 16 pengungsi Suriah lainnya. Ada sekitar 1,2 juta pengungsi terdaftar di Lebanon, dan sangat sulit bagi mereka untuk mencari pekerjaan,” Ungkap Abdul.



“Tidak hanya perubahan hidup saya, Tapi Juga kehidupan anak-anak saya dan kehidupan orang-orang di Suriah yang ikut terbantu,” katanya. Ia juga menyerahkan sebanyak $ 25.000 atau sekitar Rp 325 juta kepada teman dan anggota keluarga di Suriah.

Sekarang Abdul dan keluarganya tinggal di apartemen dua kamar tidur, di mana putrinya yang berumur 4 tahun, Reem, dan anaknya Abdullelah yang berusia 9 tahun kini dapat menikmati hidup yang lebih nyaman.

Abdul juga mendapatkan rasa hormat lagi dari masyarakat sekitar.

“Mereka menyambut saya lebih baik sekarang Ketika Mereka melihat saya. Mereka menghormati saya lagi,” katanya sambil tersenyum.






Related Posts:

0 Response to "Perubahan Nasib Pengungsi Suriah Berkat Menjual Pena"

Post a Comment